Friday, November 18, 2005
UPDATEs

Assalamualaikum buat semua pengunjung blog nih...

Kaifa halukum?Nihau ma..

Lama aku tak update blog nih..padahal blog sendirik...selalunya copy and paste jek..hehe..hari ni tergerak ler jugak hati nih nak meluah apa2 yg boleh diluah..haha...

hari ni hari jumaat..program aku?Apalagi duduk bilik jek..semingguni asyik jaga kedai jek..hari ni cuti dapatlah aku rehat...tp esok jaga lg...

Ahmad..sebok2 gak kesihatan kena jaga jugak...(hati aku berbisik)...ingat..mmg kena jaga..hehe..barang nak pakai lama..

Minggu depan ada program KEM TUNAS REMAJA..anggarannya 50 orang walau pada jangkaan asal 100 lebih..kita merancang Tuhan tentukan..tp yg sedihnya, aku tak dapat follow..sebab tarikhtu jatuh pada tarikh keramat aku...Tarikh keramat? Apadia ek..Tarikhtu adalah tarikh pernikahan aku dengan insan yg berjaya mencuri hati aku..huhu..jiwang la pulak..alakulihalnya, kawan2 semua doakan majlis aku diberkati ALLAH dan hubungan kami sejahtera hingga akhir hayat kami yek..

Oklah..ada masa update lg...ni pun main mana dan jek..jumpa lg semua..salaaaamualaikum.. 

Posted at 08:57 am by amalwildan
Make a comment  




Tuesday, October 25, 2005
Peringatan kepada yang hidup

Rakaman suara manusia dari perut bumi oleh Doktor Azzacove- Russia

"Ehsan dari Majasatri :
"Penemuan terakhir ini adalah penemuan yang sangat mengejutkan pendengaran kami, dengan penemuan ini banyak dari peneliti kami yang berhenti dari pekerjaan ini karena ketakutan.

Pada awalnya kami hanya hendak mendengarkan pergerakan bumi dengan interval tertentu dan mendengarkan Super Sensitive Microphone yang masuk ke dalam bilik-bilik atau lubang-lubang bumi dan reruntuhan galian. Pada awalnya kami menyangka apa yang kami dapat itu adalah gesekan dari alat-alat kami pada dinding-dinding perut bumi, tetapi suara ini menghancurkan seluruh logika kami.

Setelah beberapa penyesuaian kami berkesimpulan bahwa suara ini berasal dari interior bumi, jadi seakan-akan di dalam perut bumi ini ada ruang lain yang berbeda dari tempat yang kami gali, dan dari ruangan tersebutlah kami tidak mempercayai apa yang kami dengar. Kami mendengar dari ruang bumi yang lain itu ada suara manusia berteriak keras dalam kesakitan. Walaupun satu suara didengar, kami dapat mendengar ribuan bahkan jutaan latar belakang suara manusia yang sedang dalam kesakitan akibat penyiksaan.

Setelah penemuan yang sangat mencenangkan ini, setengah dari peneliti kami berhenti karena takut. Yang sangat mengejutkan lagi, bagi orang Soviet itu adalah setelah suara tersebut direkam, pada malam yang sama, keluarlah semacam gas atau kabut yang terang dari lokasi penggalian gas. Gas atau kabut tersebut keluar dengan membentuk pilar-pilar dan tulisan yang membentuk seperti sayap kelelawar (seperti lafadz ALLAH, wallahu 'alam), lalu menampakkan dengan sendirinya dengan bahasa Rusia yang artinya AKU TELAH MENAKLUKKAN atau AKU TELAH MENUNDUKKAN. Tulisan itu terlihat di awan di Siberia yang gelap.

Kejadian itu sangat tidak masuk akal orang-orang Soviet karena sedang akan diteror. Beberapa saat setelah itu datanglah ambulance ke kumpulan orang-orang tersebut dan memberikan ubat yang dapat menghilangkan memori dengan singkat. Sebagai perawatan kepada korban yang melihat keajaiban itu (ini mungkin agar kejadian ini tetap dirahasiakan). Nah, sebagai komunis, Saya tidak percaya adanya surga dan Injil, tetapi sebagai Ilmuwan sekarang Saya percaya adanya NERAKA. Sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, apa yang Kami temukan, apa yang Kami lihat dan apa yang Kami dengar. Dan sekarang kami yakin bahwa kami menggali dekat, dekat sekali dengan PINTU NERAKA."

Lalu Dr. Azzacove melanjutkan, "Mesin penggali tiba-tiba berputar dengan sangat cepat ketika Kami mencapai salah satu kulit bumi, tempereturnya menunjukkan hingga 2000 derajat Fahrenhait, lalu kami mendekatkan microphone itu disana untuk mendengarkan pergerakan bumi, tetapi, yang terdengar adalah suara manusia, bahkan teriakan manusia dalam kesakitan.

Pertama kami mengira suara itu adalah suara mesin. Tetapi setelah melakukan kajian ulang atas suara itu, suara yang terdengar adalah suara manusia bukan hanya satu orang, mungkin jutaan manusia yang sedang dalam siksaan dan kesakitan. Apakah Anda tahu kenapa Jacques

Costeau, seorang penjelajah dalam air berhenti beberapa saat sebelum dia mati? Dia berhenti karena dia juga pernah mendengar suara jeritan manusia di dalam air ketika ia sedang menjelajah di dalam air. Dan dalam kesempatan lain juga salah satu anak buahnya menemukan hal yang sama ketika ia sedang melakukan penjelajahan di sekitar SEGITIGA BERMUDA. Setelah ia sembuh dari shock yang sangat berat, kemudian ia
menceritakan bahwa ia mendengar jeritan manusia yang banyak yang sedang disiksa di dalam perut bumi."

Wallaahu 'alam...


untuk mendengar rakaman tersebut sila layari laman web di bawah....
LAYARI LAMAN WEB DIBAWAH KALAU NAK DENGAR SUARA
arisan ini(
http://amightywind.com/mp3/hellscreams.mp3)

Posted at 08:19 am by amalwildan
Comment (1)  




Sunday, October 23, 2005
UJIAN

UJIAN..

Mengapakah harus ada ujian?
Adakah ujian itu bebanan?
Adakah ujian itu suratan?
Suratan yang telah tertulis sejak azali??

Akan tetapi mengapa aku?
Adakah aku insan terpilih?
Sedangkan ramai lagi...Aku tidak futur...
Allah mencipta manusia itu dengan bermacam-macam...
Dan ujian itu adakah fitrah?

Ye..Ujian adalah anugerah Allah yang maha kuasa...
Yang mesti dilalui oleh setiap manusia di alam fana ini..
Dan aku???...ye..aku adalah insan istimewa yang dipilih Allah untuk menerimanya....
Aku redha dengan ketentuan yang telah Allah berikan kepadaku..
Benar kata orang..."Ada hikmah disebaliknya...."
Dan kini aku mengerti mengapa Allah berikan semua ini kepadaku...
Terima kasih Allah...
Terima kasih di atas pemberian-Mu selama ini kepadaku...
Aku bersyukur kerana menjadi hamba-Mu ya Allah..

p/s:

Syukran kepada Tunang tersayang yang banyak memberi semangat dan dorongan kepadaku selama ini untuk meneruskan kehidupanku seharian..

Amal,
kg bumbun,
segamat...

Posted at 01:11 pm by amalwildan
Make a comment  

Kisah benar...

Isteri yang derhaka....

Assalamu'alaikum.
semoga cita dibawah ada manfaatnya..

Akhirnya setelah dua tahun menghilang diri, Normah kembali ke rumahnya. Seperti dahulu, dia masih cantik bergaya. Lenggoknya masih gemalai, pinggang masih ramping, gincu masih merah dan mekap masih tebal. Jika berselisih, aroma pewanginya masih kuat menusuk hidung.

Namun bezanya, Normah kelihatan tidak begitu ceria. Zahirnya dia begitu anggun tapi wajahnya terlukis warna yang muram dan lesu. Tutur katanya perlahan dan tidak bermaya seperti orang keresahan.

"Kenapa awak balik? Pergilah ikut jantan. Awak tak ada pun saya boleh jaga anak-anak kita ni!!" jerkah suaminya, Halim sebaik melihat Normah pulang dengan menjinjing sebuah beg besar.

Normah tidak menjawab kerana dia tahu, itu memang salahnya. Dia Cuma berdiri di pintu dan menundukkan muka. Halim sebaliknya terus membelasah isterinya itu dengan kata-kata keras. Sudah lama geram itu menggelodak di hati, lalu inilah masa untuk melepaskannya.

Normah masih terpaku di muka pintu. Dikesat air mata yang bergenang. Tiada sepatah perkataan pun di balasnya kata-kata Halim itu kerana hajatnya pulang bukanlah untuk bertengkar. Hasratnya Cuma satu, untuk pulang ke pangkuan suami dan anak-anak.

Jika diikutkan hati memang hendak dihalaunya Normah, tapi disebabkan anak-anak, Halim menahan juga kemarahannya. Dibiarkan Normah masuk ke rumah yang telah lebih dua tahun ditinggalkannya itu.

Bagi Halim, kepulangan Normah tidak membawa apa-apa erti lagi dalam hidupnya. Malah ia cuma memulakan semula kekalutan yang sudah dirungkaikannya, mengeruhkan hidup yang mula jernih dan memarakkan semula api yang telah dipadamkan.

Dua tahun dahulu, Normah meninggalkan Halim dan dua anaknya, Iffa, 5, dan Aina, 2.Yang ditinggalkan hanyalah sekeping nota menyatakan yang dia ingin hidup bersama kekasihnya.

" Saya rasa kita dah tak ada persefahaman lagi. Saya mahu hidup bahagia dengannya" demikian antara lain nota yang ditinggalkannya untuk Halim.

Kesalnya dia dengan tindakan Normah tidak terkata. Halim akui sejak akhir-akhir ini Normah sudah berubah. Kalau dulu layanannya begitu baik, sekarang mula dingin. Pantang silap sedikit, mulalah naik angin. Kata-katanya pula, selalu saja diiringi sindiran. Sudahlah begitu, sering pula Normah meminta barang-barang mewah di luar kemampuan Halim. Itulah yang menghairankan Halim.

Lama-kelamaan, Halim terhidu pula berita Normah menjalin hubungan sulit dengan lelaki berada. Dia ada bertanya tentang hal itu, namun Normah pantas menafikannya. Walaupun Halim menekannya dengan cerita dan bukti-bukti, tapi Normah tetap tidak menidakkannya. Malah dituduh pula suaminya cemburu buta.

Nah, sekarang terbukti sudah kebimbangannya itu. Tapi apa yang boleh dilakukan, nasi sudah menjadi bubur.

Sejak Normah meninggalkannya, hidup Halim tidak terurus. Terpaksalah dia membesarkan anaknya itu sendirian. Dialah ibu dialah bapa. Dengan gajinya sebagai penyelia kilang yang tidak seberapa dan menyewa pula di sebuah rumah di pinggir Kuala Lumpur, tentulah sukar untuk dia menguruskan hidup.

Kalau kanak-kanak lain selalu bertukar pakaian, anak-anaknya dengan baju dua tiga pasang itulah.
Makan yang mewah jauh sekali, kecuali apabila dia mendapat gaji.

Rutin hidupnya, awal pagi menghantar anak-anaknya ke rumah ibunya dan malam menjemput mereka pulang. Dialah yang memasak dan mengemas rumah. Kadangkala adik perempuannya turut membantu menguruskan keluarganya.

Memang hidpnya sukar, tapi Halim belum tergerak untuk berkahwin lagi. Baginya, biar susah macam mana pun, semua halangan itu akan dirempuhinya. Tambahan pula Normah masih tidak diceraikan.

Halim juga mahu membuktikan kepada Normah bahawa tanpa wnita itu, dia boleh menguruskan keluarga. Dan juga, kalau kemewahan yang menyebabkan Normah meninggalkannya, Halim ingin buktikan bahawa tanpa wang yang banyak sekalipun dia boleh hidup bahagia.

Ternyata tanpa Normah, Halim mampu membesarkan anak-anaknya seperti ibu bapa lain. Iffa dan Aina juga kian lama kian melupakan ibu mereka. Malah melihat gambar pun mereka benci.

Bukan Halim yang menghasut tapi kerana Normah sendiri yang bengis terhadap anak-anak.

Kerana itulah, kepulangan Normah membangkitkan semula kemarahan Halim. Tambahan pula Halim mendapati ada sesuatu yang tidak kena dengan perut Normah. Ia membuncit seperti sedang hamil. Bagaimanapun dia tidak mahu bertanya kepada wanita itu.

"Tempat awak di sana!" kata Halim menunjukkan Normah ke arah sebuah bilik kecil. Di dalamnya ada sebuah tilam bujang yang kusam. Bertompok sana, bertompok sini.

"Nak alas, cari sendiri," kata Halim, lalu menyindir "itupun kalau awak ingat kat mana nak cari...." Normah ditinggalkan sendirian.

Malam itu, Normah tidur seorang diri dalam bilik sempit dan penuh barang-barang. Sementara Halim tidur bersama dua anaknya di bilik lain. Bila anak-anaknya pulang, Normah cuba membelai mereka tapi Iffa dan Aina segera menjauhkan diri. Dipujuk dengan bermacam-macam cara pun tidak berkesan. Terpaksalah Normah membawa diri ke dalam bilik dan menangis teresak-esak.

Begitulah keadaan mereka setiap hari. Normah menjadi orang asing di dalam rumahnya sendiri sementara Halim meneruskan hidup seperti biasa. Mereka tidur berasingan dan setiap pagi, anak-anak dihantar ke rumah ibunya tidak jauh dari situ.

Ternyata telahan Halim tepat. Dari sehari ke sehari dilihatnya perut Normah semakin membusung. Lain macam bulatnya. Setelah didesak dan dijerkah berkali-kali, Normah terpaksa mengaku dirinya berbadan dua.

"Aku dah agak. Patutlah awak balik...nak suruh aku jadi bapak pada budak tu, kan? Nak jadikan aku pak sanggup?" Halim melepaskan paku buah keras.

"Bukan macam tu bang, saya..." tapi belum pun sempat Normah menghabiskan cakap, Halim memintas " Saya apa?! Saya tak buat benda tak senonoh tu? Budak tu anak aku? Tolong sikit....bila masa aku sentuh badan kamu tu? Hah?"

Bagi menutup malu, Normah memakan makanan yang tajam, pedas dan berasid untuk menggugurkan kandungannya, tetapi gagal. Perutnya terus-menerus membesar.

Gagal cara itu, dia pergi ke klinik swasta pula. Bagaimanapun doctor tidak mengizinkan kerana risikonya terlalu tinggi. Kata doktor, kandungannya sudah besar dan jika digugurkan, ia boleh mengundang maut.

Semakin hari jiwa Normah semakin tertekan. Perut kian memboyot sedangkan anak dan suami pula tidak menghiraukan kehadirannya. Dia menjadi melukut di tepi gantang dalam rumah sendiri. Suami menjauhkan diri bila hendak mengadu dan anak pula tidak menganggapnya ibu untuk mereka bermanja.

Tidak ada jalan lain, Normah meminta Halim menghantarkan dia ke rumah ibunya. Tentu saja Halim
tidak membangkang. Memang itu yang dia mahukan. Namun sambutan ibu bapanya juga mengecewakan.

"Dua tahun kamu tinggalkan suami dan anak, tiba-tiba baru dua bulan balik perut kamu dah besar macam ni. Huh...memang patut pun Halim buat macam ni. Kamu derhaka pada dia!" kata bapa Normah, Haji Shafie bila mendapati anaknya itu hamil.

Dari sehari ke sehari tekanan perasaannya tambah menebal. Ia kian merundung bila tumbuh pula cacar di badannya. Dari kecil ia membesar, dan dari sebiji-sebiji ia merata memenuhi badan. Di dalam cacar itu, menguning nanah busuk dan jelik baunya. Pada waktu yang sama, Normah mengidap darah tinggi pula.

Tekanan perasaan yang melampau itu menyebabkan Normah dibawa oleh ibu bapanya berjumpa dengan pakar jiwa. Bermacam-macam ubat dan rawatan diberikan tapi ternyata begitu sukar untuk dia dipulihkan.

Disebabkan badannya terlalu lemah, doktor mencadangkan supaya Normah bersalin melalui cara
pembedahan apabila usia kandungannya mencecah tujuh bulan lebih sedikit.

Pada waktu yang ditetapkan, Normah dimasukkan ke wad. Seminggu sebelum dibedah, dia mula meracau-racau dan meraung. Bermacam-macam dijeritkannya tanpa hujung pangkal. Dimaki hamunnya emak dan ayah seta jururawat yang datang. Kemudian Normah menangis pula hendak
balik dan melihat anak-anak.

Dalam keadaan yang kritikal itulah ayahnya, Pak Cik Shafie menelefon saya dan menceritakan keadaan anaknya itu secara ringkas.

" Pak cik tak mahu nak salahkan sesiapa. Dua-dua ada buat silap. Tapi sekarang ni pak cik minta ustaz usahakanlah ubat anak pak cik tu," katanya. Daripada suaranya itu saya tahu dia sedang menahan sebak.

" Saya di Sarawak sekarang ni pak cik. Dua hari lagi saya balik. Tapi buat sementara ni, usahakan baca Yasin dulu. Bila saya balik nanti, saya terus ke sana," jawab saya.

Sekembalinya ke Semenanjung saya terus menziarahi Normah. Keadaannya sama seperti yang diceritakan oleh bapanya.Mengerang kesakitan, meracau, meronta-ronta, dan bercakap tidak keruan. Keadannya ketika itu memang menyedihkan kerana dalam keadaan perut memboyot dia meraung seperti hilang akal.

Namun timbul pertanyaan di fikiran saya selepas dibacakan Yasin, keadaan Normah bertambah buruk. Keadaanya ibarat mencurah minyak ke api, makin disiram makin besar maraknya. Ibu bapa dan adik beradik Normah menangis milihat keadaan dirinya.

"Pak cik mana suami dengan anak-anaknya?" saya bertanya bila melihat suami dan anak-anak Normah tidak menziarahinya.

" Itulah yang saya nak cakap pada ustaz. Saya dah pujuk, rayu dia datanglah tengok anak saya ni. Kata saya, walau besar mana pun dosa anak saya, kalau dia menderhaka sekalipun, tapi dalam keadaan macam ni bukankah elok kalau dia di ampunkan? Tapi dia tak mau. Jengah pun tidak," kata Haji Shafie kesal.

"Dia marah lagi agaknya," saya menyambung. "Saya tau... kalau jadi pada kita pun kita marah. Saya
bukanlah nak salahkan dia, tapi yang sudak tu sudahlah. Anak saya pun bersalah, saya mengaku,"
tambah Haji Shafie.

"Kalau macam tu," tambah saya," bawa saya jumpa menantu pak cik tu. Insya-Allah kita sama-sama pujuk dia."

Seperti yang dipersetujui, beberapa hari kemudian saya dibawa oleh Haji Shafie berjumpa dengan
menantunya itu.

"Yang sudah tu sudahlah Lim, ampunkanlah dia. Normah tengah tenat tu," Haji Shafie merayu.

" Dua tahun dia tinggalkan kami anak beranak. Balik-balik, mengandung...suami mana yang tak marah, ayah ?. Mana saya nak letak muka saya ni ? Dayus, pucuk layu , tak ada punai, tak tau jaga bini, macam-macam lagi orang hina saya...' tambah Halim melepaskan segala yang terbuku di hati. Bermacam-macam lagi di rungutkan hingga tidak sanggup kami mendengarnya.

" Ayah faham perasaan kau. Ayah tau Normah yang salah, derhaka pada kau , tapi dia tengah tenat
sekarang ni," Haji Shafie merayu lagi , Halim tidak menjawab sepatah pun . Nafasnya saja yang turun naik manakala muka merah padam menahan marah.

Bila keberangan nya semakin reda saya menasihatkan Halim supaya melupakan perkara yang telah berlalu itu. "Mengampunkan orang lain lebih baik daripada membalas dendam . Isteri awak menderita sekarang ini pun sebab dia sudah sedar dengan kesalahan dia, jadi eloklah awak maafkan," kata saya.

Lalu saya ...hadis dan firman Allah berkaitan ...Ternyata Halim sudah berpatah arang berkerat rotan " Saya tak akan jenguk dan saya tak akan ampunkan dia. Isteri durhaka ! " katanya.

Sampailah hari Normah di bedah , Halim langsung tidak menjengukkan mukanya. Iffa dan Aina juga di larang daripada menjengah ibu mereka.

Bagaimanapun , di sebabkan keadaan Normah yang tenat, makan minum tidak menentu , bayi yang di lahirkannya meninggal dunia beberapa hari kemudian. Normah pula sejak sedar daripada pembedahan semakin teruk jadinya.

Setiap hari, terutamanya tengah malam dan senja dia akan meracau. Yang mengibkan , racauannya kini mendedahkan segala pelakuan jelik yang di lakukannya selama meninggalkan Halim dan anak-anak.

Antaranya, Normah menceritakan yang dia telah mengikut lelaki hingga ke Siam dan kemudian hidup
seperti suami isteri. Selepas berpisah dengan lelaki itu, dia bersekedudukan pula dengan lelaki lain. Tidak kurang dengan tiga lelaki telah dia berzina.

"Abang..ampunkanlah saya. Saya derhaka, saya jahat, saya malukan abang...maafkanlah saya..."dia terus menangis dan meratap. Setiap hari bermacam-macam rahsia di dedahkannya; tentang tempat-tempat maksiat yang pernah dia pergi bersama teman lelaki, kawan-kawan lain yang sama saja perangai dengannya juga kekecewaannya bila di permainkan lelaki-lelaki terbabit.

"Abang, Iffa, Aina...marilah tengok emak . Emak tak jahat lagi,. Emak nak jadi baik. Emak nak jadi lawa, pandai, suka masak, kita pergi sungai..." ratapnya lagi bercampur dengan kata-kata yang melalut.

Tidak dapat hendak di gambarkan bagaimana malunya Haji Shafie dan isterinya setiap kali Normah
menelanjangkan keburukannya sendiri. Berbagai-bagai cara mereka lakukan supaya Normah berhenti meracau seperti menutup mulut, memujuknya diam dan kadangkala turut sama bercakap supaya orang-orang di sekeliling tidak mendengar , tetapi usaha itu tidak berhasil.

Setelah hampir sebulan Normah mendedahkan kecurangannya, keadaan wanita itu bertambah parah
Tekanan darahnya menurun dan kerap tidak sedarkan diri. Badannya yang kurus makin melidi kerana Normah tidak mahu menjamah makanan . Yang di lakukan sepanjang hari hanyalah menangis dan meminta ampun kepada Halim. Setelah itu dia kembali terkulai tidak sedarkan diri.

Haji Shafie sekali lagi menemui saya.

"Ustaz pujuklah menantu saya tu. Mintalah dia datang jenguk Normah dan ampunkan lah kesalahan dia. Memang anak saya bersalah , tapi dalam keadaan sekarang , Cuma keampunan suami saja yang boleh selamatkan dia," kata haji Shafie. Isterinya sejak tadi saya tengok tiada berhenti-henti mengesat air mata .

" Kalau begitu, mari kita pergi jumpa Halim," kata saya.

Puas kami memujuknya . Alhamdulillah, setelah berbagai-bagai alas an di beri, akhirnya Halim
bersetuju. Bagaimanapun saya lihat dia seperti terpaksa saja. Langkahnya berat dan nampak kurang
ikhlas.

" Sudahlah Lim, lupakan yang lepas-lepas. Buangkan dendam, gantikan dengan kemaafan. Insya-Allah, semua pihak akan dapat keberkatanNya," kata saya semasa Halim hendak memasuki kereta. Dia cuma tersenyum tawar.

Demi terpandang saja Halim datang menjenguk, Normah dengan suara yang amat lemah memohon maaf kepada suaminya itu.

" Sa..sa..ya der...haa..ka pada abaaaang.." katanya antara dengar dengan tidak. Sambil air mata jatuh berlinangan , dia mengangkat tangannya untuk meminta maaf, tapi terlalu sukar. Ibunya cepat-cepat membantu.

" Yalah..."jawab Halim perlahan lantas menyambut tangan Normah. Reaksinya masih tawar. Dia belum benar-benar ikhlas.

Petang itu kami bersama-sama membacakan surah Yasin dan ayat-ayat suci al-Quran untuk Normah yang kelihatan semakin teruk. Bagaimana pun bila Normah meminta ampun sekali lagi, saya lihat Halim semakin ikhlas menyambutnya. Saya tersenyum. Mungkin hatinya sudah sejuk melihat penderitaan Normah.

Lebih kurang pukul 5.00 petang saya meminta diri kerana ada urusan penting. Sebelum pulang saya
berpesan; " Lim, sekarang ni awak saja yang boleh selamatkan Normah. Dia harapkan sangat keampunan daripada awak. Selepas itu, serahkan kepada Allah. Kalau sembuh, alhamdulillah, kalau tidak biarlah dia pergi dengan aman ".

" Terima kasih ustaz," balas Halim.

Seminggu kemudian Halim datang ke rumah saya dan memaklumkan bahawa Normah telah meninggal dunia . Bagaimanapun , dia membawa juga kisah yang menginsafkan mengenai pemergian Normah.

"Ustaz," Halim memulakan ceritanya, " malam tu Cuma tinggal saya dan anak-anak saja duduk di tepi Normah. Ibu dan bapa dia ke kantin untuk makan. Bila saya bacakan Yasin , saya tengok air mata arwah mengalir setitik demi setitik. Saya tau dia benar-benar insaf dengan kesalahannya dulu, curang pada saya, derhaka pada suami, tinggalkan anak-anak.

' Sampai di ayat salamun qaulam mirrabir rahim, saya ulang tiga kali. Setelah habis, saya usap dahi arwah. Saya lakukannya dengan ikhlas sebab tidak sampai hati tengok hati dia menderita.

" Setelah menciumnya tiga kali tiba-tiba dia nazak. Nafasnya di tarik dalam-dalam tapi nampak susah sangat. Sekejap kemudian nafasnya laju, tapi lepas itu lambat betul. Saya cemas. Dah dekat ke ?

" Tiba-tiba Aina menangis . Entah apa yang di gaduhkan dengan kakaknya saya pun tak tau . Kuat betul dia menangis sampai saya tak sanggup nak dengar.

" Berbelah bagi juga sama ada antara anak dan isteri yang tengah sakit, tapi bila fikirkan tangisan budak itu mengganggu pesakit lain, saya terus ambil Aina dan pujuk dia. Susah pula nak pujuk dia hari tu sampai terpaksa dukung dan bawa ke luar wad."

" Namun bila kembali ke wad, saya dapati Normah dah tidak bernafas lagi.

" Luka memang berdarah lagi, ustaz, tapi bila dia meninggal tanpa ada sesiapapun di sebelahnya, menitis juga air mata saya. Yalah, kalau orang lain pergi dengan baik, ada orang tolong bisikan syahadah, bacakan Yasin, dia pula pergi macam tu. Agaknya itulah balasan untuk isteri yang derhaka '.




Posted at 10:16 am by amalwildan
Make a comment  




Tuesday, October 18, 2005
Nokia 1110

Ni ler Handphone yg aku guna..huhu..comeljee..


Ni ler handphone yg aku guna sekarangni..Nokia 1110..aku pun tak tahu camanalah aku boleh guna handphoneni..takde istimewa pun..tp bila dah kena "bakar" dengan adik aku,dengan functionnya yg boleh dikatakan standard dengan handphone polyphonic, maka aku pun belilah dengan harga RM280..hehe..jgn silap..bukan screen warna tapi biasaje..tp tone dia, polyphonic..sedaplah mendengarnya..huhu..aku promote gak nih..beliler modelni..comel, ringan jee..

Posted at 12:56 pm by amalwildan
Comment (1)  




Monday, October 17, 2005
Ramadhan...

Ramadhan Bulan kemenangan...

Segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian Alam. Dia telah mendedahkan di dalam al-Quran, "Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa.,” 2:185.


Selawat dan salam ke atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Ramadhan adalah bulan yang suci di mana Allah SWT menguji hamba-Nya dan memberikan mereka peluang untuk mencapai rahmat-Nya. Salah satu ujian penting bagi Ramadhan yang mulia ini, ialah ia disambut pada masa yang sama di mana peperangan telah diisytiharkan ke atas Islam dan umat Islam oleh Amerika dan Britain dan bagaimana keimanan dan umat Islam menyesuaikan diri di mean pertempuran di bawah kepimpinan Islam yang ikhlas dan jujur.

Rasulullah SAW dan para sahabat baginda RA telah melalui sembilan Ramadhan bersama selepas Hijrah. Mereka dipenuhi dengan berbagai-bagai peristiwa yang berlaku dalam bulan Ramadhan dan menjadikan contoh pengorbanan dan penyerahan kepada Allah SWT dalam usaha untuk meninggikan kalimah-Nya.

Peristiwa Masjid ad-Dhirar

Dalam tahun pertama selepas Hijrah, Rasulullah SAW telah menghantar bapa saudaranya Saidina Hamzah ibn Abdul Muttalib bersama tiga puluh sahabat yang lain ke Saif al-Bahr untuk menyiasat mengenai tiga ratus orang Quraisy yang telah berkemah di kawasan berkenaan. Umat Islam hampir menyerang golongan kafir tersebut, tetapi mereka telah dihalang oleh Majdy ibn Umar al-Juhany. Seorang munafiq dari Madinah, dengan harapan untuk memecahkan kesatuan umat Islam dan telah membina sebuah masjidnya sendiri yang dikenali sebagai Masjid ad-Dhirar. Rasulullah SAW telah mengarahkan para sahabat agar merobohkan masjid tersebut dalam bulan Ramadhan, selepas beliau kembali dari Ghazwah Tabuk.

Peperangan Badar

Pada tujuh belas haribulan Ramadhan, tahun kedua Hijrah, Allah SWT telah memisahkan di antara kebenaran dan kebathilan dalam peperangan Badar yang agong. Allah SWT yang Maha Berkuasa telah menganugerahkan kejayaan yang cemerlang pada hari tersebut dalam bulan Ramadhan kepada Islam yang tidak dapat dilupai.

“Dan sesungguhnya Allah telah menolong kamu mencapai kemenangan dalam peperangan Badar, sedang kamu berkeadaan lemah (kerana kamu sedikit bilangannya dan kekurangan alat perang). Oleh itu bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu bersyukur (akan kemenangan itu). (Ingatlah wahai Muhammad) ketika engkau berkata kepada orang-orang yang beriman (untuk menguatkan semangat mereka): Tidakkah cukup bagi kamu, bahawa Allah membantu kamu dengan tiga ribu tentera dari malaikat yang diturunkan?," 3:123 & 124

Peperangan Badar merupakan peperangan besar pertama bagi umat Islam. Rasulullah SAW telah meninggalkan Madinah bersama 313 sahabat, dua ekor kuda dan tujuh puluh ekor unta menuju ke Badar. Pada 17 Ramadhan tahun kedua Hijrah mereka berjaya mengalahkan tentera musryikin yang berjumlah 1,000 orang, 100 ekor kuda dan 700 ekor unta yang datang dari Mekah di bawah pimpinan Abu Jahl sendiri.

Dalam peperangan Badar, Allah SWT telah memberi inspirasi kepada Rasulullah SAW. "Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu (bala tentera) dari malaikat yang datang berturut-turut." 8:9

Rasulullah bereht seketika setelah penat menerima wahyu dan kemudiannya baginda mengangkat kepalanya kegembiraan dan bersabda, "Wahai Abu Bakar, sampaikanlah berita gembira, sesungguhnya kemenangan dari Allah semakin hampir, Demi Allah! aku melihat malaikat Jibrail dan angkatannya datang seperti ribut pasir yang besar."

Bagi kita hari ini, terdapat banyak hadith yang menjelas kejayaan dan kemenangan yang serupa bukan sahaja terhadap orang-orang Yahudi tetapi juga mengenai dominasi Islam ke atas seluruh dunia. Kita mestilah berdoa untuk kejayaan tersebut tanpa henti. Sebagai umat Islam, kita juga hendaklah bertindak secara kolektif sebagai satu ummah, melalui penubuhan sebuah negara Islam yang sebenar.

Peperangan Badar telah menunjukkan kekuatan keimanan umat Islam dan merupakan kemenangan penentuan yang menghancurkan kekuatan tentera kufur dan terbentuknya sebuah negara baru di Madinah sebagai sebuah yang kuat dari segi soiritual,
politik dan ketenteraan.

Peperangan Wadi al-Qura

Dalam tahun keenam Hijrah, Zaid bin Harithah telah dihantar ke Wadi al-Qura untuk menghadapi Fatimah bintu Rabiah, seorang permaisuri di kawasan tersebut. Fatimah sebelum ini telah menyerang sebuah kabilah yang diketuai oleh Zaid dan telah berjaya merampas barangan yang dibawa. Beliau dikenali sebagai seorang wanita yang paling dilindungi di Tanah Arab, kerana beliau telah mengantung sebanyak lima puluh pedang saudara terdekatnya di rumahnya. Beliau juga terkenal kerana penenangan secara terbuka terhadap Islam. Beliau telah terbunuh dalam pertempuran menentang Islam dalam bulan Ramadhan.

Pembukaan Kota Mekah dan pemusnahan patung berhala

Dalam bulan Ramadhan kelapan Hijrah, perjanjian Hudaibiyah telah dikhianati dan tentera Islam sedang bertempur dengan tentera Bizentin di Utara. Nabi Muhammad SAW merasakan perlu bagi umat Islam melakukan serangan besar-besaran ke atas golongan kufur di Semenanjung Tanah Arab dan menawan kota Mekah dalam bulan Ramadhan. Tarikh ini merupakan tarikh yang terpenting dalam sejarah umat Islam, kerana setelah peristiwa tersebut Islam telah berjaya disebarkan ke seluruh Semenanjung Tanah Arab. Dalam bulan dan tahun yang sama, selepas menghancurkan semua berhala di Mekah, tentera Islam telah dihantar ke pusat kekufuran utama untuk menghancurkan berhala al-Lat, al-Mamat dan as-Suwa dan beberapa berhala besar dan dihancurkan.

Itulah beberapa peristiwa yang berlaku di bulan Ramadhan di zaman Rasulullah SAW. Bulan Ramadhan adalah bulan pembersihan, menikmati kebaikan, mencegah yang mungkar dan berkorban diri dan harta bagi meninggikan kalimah Allah SWT dan menjadikan Islam sebagai ad-Deen yang dominan. Selepas wafatnya Rasulullah SAW, umat Islam meneruskan Sunnah dan Allah SWT telah memberi kemenangan kepada umat Islam. Ramadhan terus menjadi bulan di mana umat Islam terus diuji sebagaimana yang dapat kita saksikan pada hari ini di Asia Tengah dan Afghanistan.

Penaklukan Sepanyol

Sembilan puluh dua tahun selepas Hijrah dan dalam bulan Ramadhan, Musa ibn Nusair gabernor Khalifah Umaiyah di Afrika Utara dan Jeneral perangnya yang berani, Tariq ibn Ziyad telah berjaya membebaskan keseluruhan Sepanyol, Sicily dan sebahagian dari Peranchis, bermula dari al-Andalus di mana umat Islam telah memerintah selama 700 tahun.

Kejayaan menentang tentera Salibiyah

Dalam tahun 682 Hijrah, Salahuddin al-Ayyubi, selepas bertempur dengan tentera Salibiyah selama satu tahun, akhirnya berjaya menghalau mereka keluar dari Syria dan membebaskan keseluruhan tanah jajahan di bulan Ramadhan. Pada masa itu juga umat Islam telah menghadapi cabaran yang paling hebat.

Kejayaan ke atas tentera Mongol

Dalam abad ketujuh Hijrah, tentera Mongol telah menyapu bersih dan menghapuskan apa sahaja yang merintangi di hadapan mereka di seluruh Asia. Jenghis Khan menamakan dirisendiri sebagai "Cemeti Tuhan yang dikirimkan untuk menghukum mereka yang berdosa." Dalam tahun 617 Hijrah, Samarkand, Ray dan Hamdantelah menyaksikan seramai 700,000 manusia dibunuh atau ditawan. Dalam tahun 656 Hijrah, Hulagu Khan, cucu kepada Jenghis Khan meneruskan kezaliman tersebut. Sehinggakan Baghdad sendiri, bandaraya terunggul bagi negara Islam, telah diranapkan. Ada yang menganggarkan bahawa seramai 1,800,000 umat Islam telah dibunuh dalam kekejaman yang hebat itu. Penganut agama Kristian disuruh memakan babi dan meminum arak secara terbuka manakala umat Islam yang masih hidup dipaksa meminum arak. Arak-arak dicurahkan di dalam masjid dan seruan azan tidak dibenarkan.

Setelah bangkit dari malapertaka besar itu dan dengan tindakan yang sama telah ditimpakan ke atas seluruh umat Islam, Allah SWT telah membangkitkan dari ummah ini Saifuddin Qutz, yang telah menyatukan seluruh tentera Islam dan menghadapi tentera Mongol di Ain Jalut pada 26 Ramadhan 648 Hijrah. Walaupun mereka begitu tertekan, umat Islam dengan pertolongan daripada Allah SWT, umat Islam telah berjaya menghancurkan tentera Mongol dan menghancurkan mereka. Seluruh dunia menyaksikan dengan penuh takjud dan merasa lega di atas kejayaan yang dicapai oleh anak-anak Islam yang Ikhlas kepada Allah SWT.

Inilah semangat Ramadhan yang memberi kejayaan kepada moyang kita dalam menghadapi segala jenis ujian.

Hari ini

Hari ini, umat Islam sedang berhadapan dengan penjajah imperialis, keganasan ketenteraan, penyelewengan yang merebak dan pemimpin yang menindas. Peperangan ke atas Islam dan umat Islam dilancarkan habis-habisan. Oleh itu, maka bangkitlah wahai umat Islam dan aturkanlah langkah kamu menurut langkah yang pernah ditunjukkan oleh Nabi kesayangan kita, Nabi Muhammad SAW, atau contohilah para sahabah, Tariq ibn Ziyad, Qutuz, Salahuddin dan beberapa lagi wira Islam. Berusahalah untuk menjadi orang-orang yang benar-benar beriman, yang bersikap berbaik-baik dan menghormati orang-orang yang beriman; Umat Islam yang benar-benar berpuasa untuk mencapai keredhaan Allah SWT dan bukannya mereka yang berpuasa hanya untuk mendapatkan lapar dan dahaga sahaja.

Semoga Allah SWT menjadikan kita satu generasi umat Islam yang mewujudkan kembali sistem Khilafah yang dijanjikan dan membawa Islam ke keempat-empat penjuru dunia ini. Semoga Allah SWT memberi kepada kita semua kekuatan dan kejayaan untuk membina asas yang baik bagi kerajaan Islam bagi generasi akan datang dan menjadikan kita orang yang akan melaksanakan keseluruhan arahan Islam dalam bulan Ramadhan ini dan selepasnya. Amin!



Posted at 04:45 am by amalwildan
Make a comment  




Sunday, October 16, 2005
KEBERKATAN..

Berkat rezeki kerana banyak bersedekah..renungilah...

Kekayaan tidak membawa erti tanpa ada keberkatan. Dengan adanya keberkatan, harta/rezeki yang sedikit akan dirasakan seolah-olah banyak dan mencukupi. Sebaliknya tanpa keberkatan akan dirasakan sempit dan susah meskipun banyak harta.

Dalam kisah Nabi, ada diceritakan Nabi Ayub ketika sedang mandi tiba-tiba Allah datangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis dengan bajunya. Lantas Allah berfirman 'Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?' Nabi Ayub mejawab 'Ya benar, demi keagunganMu apalah makna kekayaan tanpa keberkatanMu'. Kisah ini menegaskan betapa pentingnya keberkatan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah.

Cara untuk mendapatkan keberkatan daripada Allah.

1. Bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah. 

2. Belanjakan harta pada jalan yang diredhai oleh Allah.

3. Berusaha untuk mendapatkan rezeki yang halal

4. Keluarkan sedekah wajib (zakat) jika sampai nisab dan berikan sedekah sunat kepada orang miskin dan anak yatim.

5. Bersedekah kepada anak yatim/miskin kalau boleh setiap hari. (cari anak-anak yatim untuk diberikan). Insyallah akan diganti oleh Allah tanpa kita sedari.

6. Ikhlaskan pemberian/sedekah hanya kepada Allah bukan mengharapkan pujian dan sebagainya. (Pemberian tangan kanan tanpa diketahui tangan kiri). Sedekah mulakan dengan keluarga sendiri dahulu selepas itu barulah kepada jiran dan orang-orang yang lebih jauh. Jangan anggap pemberian itu hak kita sebenarnya dalam harta kita ada hak mereka.

7. Hulurkan pemberian sunat secara rahsia - tetapi pemberian wajib (zakat) perlu diberi secara terangan sebagai menegakkan syiar Islam.

8. Konsep sedekah : berikan sesuatu yang kita sayangi. Ini jelas dalam ayat Quran Ali Imran ayat 92

9. Cari harta dunia untuk dijadikan bekalan akhirat. (Dunia untuk akhirat - bukan dunia untuk dunia)

10. Amalan yang diberkati ialah hasil peluh sendiri dan juga melalui jualbeli (perniagaan). Menurut Nabi 9/10 (90%) daripada sumber rezeki ialah berpunca daripada perniagaan. Makan gaji mungkin 1/10 sahaja (10%). Nabi Muhammad sendiri sebelum diutus menjadi rasul adalah seorang ahli perniagaan yang jujur, cekap dan amanah. Peniaga yang amanah akan dibangkitkan bersama para nabi dan rasul di akhirat kelak. Perniagaan merupakan amalan fardu kifayah. Barang makanan orang Islam sepatutnya dikeluarkan sendiri oleh orang Islam. Kalau tidak ada menjalankan aktiviti ini, seluruh umat Islam berdosa.

11. Hulurkan bantuan kepada janda yang ketiadaan suami. 

Dalam satu hadith, Nabi menerangkan setiap awal pagi, semasa terbit matahari ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru 'Ya Tuhanku, kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerana Allah. Yang satu lagi menyeru 'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya (lokek)'

Orang yang bakhil tidak manfaatkan hartanya untuk dunia dan akhiratnya. Menginfaqkan (Belanjakan) harta adalah berkat, sebaliknya menahannya adalah celaka. Dalam hadith lain, nabi bersabda takutilah api neraka walaupun dengan sebelah biji tamar. Dan sabdanya lagi Sedekah itu penghapus dosa sebagaimana air memadam api.

Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah. Dan digalakkan memberi sedekah pada awal pagi.

Sekiranya dapat diamalkan perkara-perkara di atas, insyallah rezeki yang dikurniakan oleh Allah akan kekal walaupun telah digunakan. Allah akan membalas atau menggantikan apa yang telah dibelanjakan. Amalkan ilmu yang ada, nanti Allah akan menambahkan ilmu lagi. Begitu juga harta - belanjakan harta yang ada, Allah akan tambahkan lagi dari sumber yang kita tidak ketahui.

Sekian, wallahualam. Semoga yang baik datang daripada Allah dan yang buruk dari kesilapan sendiri. 
 


Posted at 10:39 am by amalwildan
Make a comment  

Umat Islam seperti Buih...


 

UMAT ISLAM SEPERTI BUEH

Dunia Islam kian tercabar; dicabar dan dihina oleh musuh-musuh Islam. Umat Islam tidak dapat berbuat apa-apa melihat saudara seagamanya ditindas. Hal ini sudah dapat diramal oleh Nabi Muhammad saw sejak dulu lagi, dalam hadithnya: 

"Umat lain akan meratah kamu dengan rakus sebagaimana anjing-anjing yang mengelilingi hidangan makanan. Sahabat bertanya adakah kerana bilangan umat Islam yang sedikit? Baginda menjawab Tidak, bahkan jumlah kamu masa itu banyak sebagaimana banyaknya buih di permukaan air banjir. Allah mengikis perasaan gerun di dalam hati musuh terhadap kamu dan Allah mencampakkan dalam hati kamu 'al-wahan'. Sahabat bertanya apa dia wahan itu ya Rasulullah. Jawab baginda 'cintakan dunia dan bencikan akhirat." 

Mari kita renung sejenak tentang kebenaran sabda Rasulullah ini. Jumlah umat Islam pada hari ini mencapai lebih 1 bilion, satu angka yang ramai. Mereka bertebaran di muka bumi ini; kebanyakannya tinggal di negara yang dikurniakan Allah hasil bumi yang lumayan.  

Sumber ekonomi yang kukuh dan tenaga kerja yang ramai boleh menjadi aset memajukan negara dan sekaligus memartabatkan Islam sehingga disegani seantero dunia. Persoalannya ialah kenapa faktor-faktor ini tidak dimanfaatkan? Kenapa umat Islam kini menjadi lemah dan mudah diperkotak-katikkan oleh musuh-musuh Islam? Sebaliknya musuh Islam yang mempunyai kedudukan ekonomi yang kukuh menjalankan pelbagai strategi melumpuh dan memporak-perandakan negara Islam. 

Hasil kekayaan bumi milik negara Islam dieksploit oleh musuh Islam. Negara Iraq yang kaya dengan sumber minyak dijajah dalam pelbagai bentuk hinggakan minyak sendiri pun tak boleh dijual untuk kegunaan rakyat. Kekayaan yang mereka perolehi dari hasil bumi negara Islam digunakan bagi membina kilang-kilang senjata untuk membunuh umat Islam. 

Nabi menjelaskan punca kelemahan ini ialah wujudnya kecintaan kepada kehidupan dunia mengatasi kecintaan kepada akhirat. Apabila kecintaan ini meresap dan menjadi budaya hidup umat, Allah memasukkan perasaan berani dalam hati musuh Islam dan pada masa yang sama mencabut keberanian itu dalam hati orang Islam lalu digantikan dengan perasaan penakut: takut kepada musuh Islam. 

Kejatuhan Baghdad ketika diserang oleh orang-orang Mongol sepatutnya dijadikan teladan supaya peristiwa hitam ini tidak akan berulang kembali. Adakah faktor-faktor kejatuhan Baghdad mula meresap dalam masyarakat dewasa ini. Masalah rasuah sekarang semakin menjadi. Ia telah menyerap dalam pelbagai organisasi kepimpinan. Keadaan begini memudahkan musuh Islam menggunakan wang ringgit untuk membeli pucuk pimpinan supaya tercapai hasrat mereka melumpuhkan umat Islam sendiri. Jika dibiarkan berleluasa bukan saja ekonomi umat Islam merudum malahan negara juga turut tergadai. 

Bagaimana keadaan realiti masyarakat Islam sekarang? Sudahlah ekonomi lemah ditokok pula dengan pelbagai penyakit dan gejala sosial. Bagaimana dapat membasmi keruntuhan akhlak sekiranya media massa semakin galak menonjolkan isu-isu ganas dan seks. Isu pemulihan hanya sekadar melepas batuk di tangga dan seolah-olah 'lain sakit lain pula ubat yang diberi'. 

Pelancaran TV Mega dan Astro serta alat komunikasi lain bukan menjadi ubat gejala sosial dewasa ini malah menjadikannya lebih kronik. Babak-babak yang tidak sepatutnya ditonton sudah menjadi semakin lumrah dan video lucah pula dapat dibeli oleh sesiapa saja. Bukankan ini menjadi pemangkin ke arah gejala yang lebih dahsyat? Umat Islam kini tidak mempunyai katahanan dan iman yang kuat untuk menangkis serangan yang hebat ini. Semua ini adalah antara strategi dan perancangan musuh Islam yang tidak akan redha terhadap perkembangan Islam selamanya. Bayangkan apa yang akan berlaku beberapa tahun lagi dengan kemunculan teknologi IT yang semakin canggih. 

Firman Allah dalam Al-Quran "Orang Yahudi dan nasrani sekali-kali tidak redha terhadap kamu buat selama-lamanya sehinggalah kamu mengikut cara hidup mereka." 

Masjid kian terpinggir dengan kewujudan kilang yang banyak. Manusia lebih suka ke kilang daripada masjid. Kilang diimarahkan siang dan malam tetapi masjid menjadi lengang, cuma diimarahkan dengan carpet dan keceriaan. Bukankah ini juga perancangan musuh Islam? Lantaran cinta kepada dunia sanggup menjauhi masjid dan berkejaran ke kilang. 

Dalam hadith tadi, Nabi memberikan 2 faktor berlakunya begini: cintakan dunia dan benci kepada mati. Umat Islam generasi pertama dulu cintakan mati kerana dapat bertemu dengan Allah segera. Oleh sebab itu bila ada panggilan jihad, mereka sukarela bergabung tenaga memerangi musuh Islam Mereka tidak takut mengadap mati. Sebaliknya masyarakat Islam hari ini takut kepada mati malahan mengingatkan mati pun dianggap menyekat kemajuan. Mereka takut mati kerana memikirkan dosa yang terlalu banyak dilakukan dan sedikitnya amalan pahala yang dibuat. Akhirnya semangat jihad memperjuang dan menegakkan agama Allah pudar dan terhakis.  

Sempena Ramadan yang mulia ini, sama-samalah kita menginsafi diri dan bertaubat di atas segala ketelanjuran yang kita lakukan. Hanya dengan kembali kepada Allah, segala penyakit akan terubat, insyallah. 
 
 


Posted at 10:33 am by amalwildan
Make a comment  




Sunday, October 09, 2005
Dimanakah Ketelusan?

Ini adalah sebahagian artikel dan luahan yang saya dapat daripada salah seorang mahasiswi UM semasa pilihanraya umum kampus. Disini kita sudah nampak tidak telusnya pihak Universiti, didalam kerajaan sendiri?Fikir-fikirkanlah...

LEBIH BAIK KALAH BERMARUAH DARI MENANG PONDAN!!

      “ Kita kalah bermaruah!!” kata-kata seorang calon umum wanita yang tidak dapat menduduki 7 calon umum tertinggi spontan keluar dari bibirnya ketika diminta memberikan respon pengumuman pilihanraya khamis malam jumaat yang lepas. Ntah kenapa, kata-kata tersebut masih terngiang-ngiang di telinga saya apatah lagi saya mendengar jelas disebutnya 3 kali ayat tersebut walaupun dengan pertanyaan yang berlainan. Ntah mengapa juga semangat dan perasaan untuk menulis artikel ini membuak-buak walaupun tidak pernah menghantar sebarang artikel sebelum ini. “ Cita-cita saya untuk menulis walau satu ayat tak tercapai lagi ” kata saya kepada seorang kawan lama yang pernah menjawat jawatan Exco Kebudayaan MPMUM sesi 2003/2004 yang saya jumpa semasa hari pengumuman keputusan pilihanraya yang lalu. Rakan berbincang hal ehwal sastera dalam negara yang banyak memberi inspirasi untuk saya untuk terus menulis dan berkarya. Mungkin kerana diri termuhasabah dek kata-kata sendiri, saya mulakan langkah.

      “ Gagasan, boleh blah!!! Sorakan dan jeritan gembira dari kumpulan yang menamakan diri mereka Aspirasi apabila secara rasminya kebanyakan calon ‘mereka’ diisytiharkan menang, sedikit pun tidak mencuit naluri dan perasaan saya. Mungkin kerana diri sudah bersedia menerima kekalahan lantaran terlalu banyaknya ketidakadilan dan kezaliman yang berlaku. Kadangkala rasa bangga pula, sebagai mahasiswa semester akhir, dapat juga melihat adik-adik tahun 1 dan 2 kebanyakannya bersemangat dan berani mempertahankan keadilan dan domokrasi mahasiswa. Diri tidak terkilan kerana ada yang bakal menyambung perjuangan. Sorakan bersemangat Student Power!!, nyanyian lagu Gagasan, lagu rasmi Universiti Malaya dan Negaraku di malam pengumuman keputusan pilihanraya jelas menampakkan kesungguhan mereka mempertahankan maruah mahasiswa yang bebas. Mereka dikejar sehingga jatuh ke dalam longkang, ada yang di’tampar’ bahunya, ada pula yang digertak, diugut lantaran menunaikan tanggungjawab mewarnai pilihanraya kampus dengan menyebarluaskan risalah ‘We Love UM’, menerangkan sejarah pilihanraya dan menyebarluaskan keadaan ahli kolej diugut oleh pihak berkuasa kolej dan HEP, hanya sekadar itu. Memang pada pandangan akal yang waras tentu sekali menolak perbuatan tidak berperikemanusiaan. Ntah undang-undang mana yang dipakai oleh mereka pun saya tidak tahu, hatta di peringkat antarabangsa pun mengiktiraf hari Hak Asasi Sedunia.

      Kalau nak dikata mereka menyebarkan fitnah, tidak juga, banyak sangat risalah dan sticker melambangkan sayang UM, kalau itulah yang ditakutkan oleh mereka, otak yang rasional ini pun tak dapat nak menerima tindakan biadap dan tidak berdiplin mereka. Yang pelik lagi ajaib, pilihanraya kali ini menampakkan ketidakmatangan dan kecelaruan yang sangat melampau. Cuba kita bayangkan, Timbalan Naib Canselor sendiri ke kolej 12 dengan selambanya membiarkan malah memberi pengumuman membenarkan sesetengah ahli kolej menyebarkan handbill yang terang-terangan berkempen calon-calon tajaan HEP walaupun telah jelas dalam buku peraturan pilihanraya dalam bab Hari Pengundian melarang berkempen dan menyebarkan sebarang risalah yang berkaitan untuk berkempen. Timbalan Naib Canselor, orang nombor dua dalam universiti sendiri melanggar undang-undang yang dicipta sendiri, apa lagi yang nak diharapkan dalam demokrasi dalam kampus??!!

      Kalau nak kata itu sahaja pelanggaran undang-undang melampau rasanya tidak cukup, nak disenaraikan tak cukup rasanya. Cuba bayangkan lagi, semasa perjumpaan bersama calon dan wakil calon selepas hari penamaan calon, dengan selambanya En Ambi selaku ketua suruhanjaya pilihanraya menyatakan bahawa disebabkan terlalu banyak calon umum yang bertanding, maka tidak dapat diadakan hari pengenalan calon. Bukan itu sahaja, semua banner dan poster perlu dibuat oleh calon yang bertanding. Pelik lagi, adakah ketua suruhanjaya pilihanraya tidak baca buku peraturan pilihanraya yang menyatakan secara jelas semua banner dan poster akan dibuat oleh pihak universiti dan malam pengenalan calon perlu diadakan? Adakah mereka boleh sewenang-wenangnya mengubah apa yang mereka rangka undang-undang hanya untuk memastikan calon tajaan mereka menang? Nampak sangat!! Mereka tak boleh menipu mahasiswa yang cerdik pandai…

      Saya dapat rasakan, walau sebanyak mana pun mahasiswa menulis, membentangkan fakta, mengeluarkan sebanyak mana pun memorandum kepada pihak Kementerian Pengajian Tinggi dan SUHAKAM, mengadu tentang kezaliman dan ketidakadilan serta pencabulan demokrasi kampus, selagi pihak yang berkuasa tidak mendapat hidayah untuk sedar dan tetap juga mahu mempertahankan undang-undang dan tindakan yang jelas tidak demokrasi dan menzalimi mahasiswa, selagi itulah kezaliman dan ketidakadilan akan berterusan. Tetapi hati ini juga percaya dan yakin, cahaya kebenaran pasti tidak akan dibiarkan padam, kerana Allah lebih berkuasa dan ada pula hamba-hamba-Nya yang sentiasa yakin dengan sunnah yang perlu dihadapi oleh pejuang kebenaran dan sentiasa mahu memperjuangkan kebenaran. Hakikatnya, saya akan terus berasa bertuah bergelar mahasiswa yang diberi peluang oleh Allah untuk memahami hakikat kebenaran, mendapat pengalaman yang bukan sedikit dalam menyelusuri medan menuntut ilmu sebagai mahasiswa Universiti Malaya. Kepada pejuang kebenaran aspirasi mahasiswa yang sentiasa mencintai demokrasi kampus, yakinlah, kita kalah bermaruah, dan lebih baik kalah bermaruah dari menang pondan!!

MAHASISWI SEMESTER AKHIR UNIVERSITI MALAYA


Posted at 10:50 am by amalwildan
Make a comment  




Saturday, October 08, 2005
Khutbah Ramadhan Rasulullah S.A.W

SATU RENUNGAN DAN PENGHAYATAN:

KHUTBAH RAMADHAN

BAGINDA RASULULLAH S.A.W

 

Wahai manusia! Sungguhnya telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkat rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Jam demi jam - jam yang paling utama. Malam–malamnya adalah malam yang paling utama.  Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan.

 

Dibulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabkan.  Bermohonlah kepada Allah rabbmu dengan niat yang tulus, hati yang suci agar Allah membimbingnya untuk melakukan siyyam (puasa) dan membaca kitabNya.  Bersedekahlah pada kaum fuqara’ dan masakin (miskin). Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraan, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu melihatnya. Kasihanilah anak-anak yatim, nescaya manusia akan dikasihi anak yatimmu.

 

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu solatmu kerana itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza Wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih.  Dia menjawab ketika mereka menyerunya, menyambut mereka ketika mereka memanggilnya dan mengabulkan doa meraka ketika mereka berdoa kepadanya.

 

Wahai manusia, sesungguhnya diri–diri kamu tergadai kerana amalan–amalanmu, maka bebaskanlah dengan istigfar. Punggung-punggungmu berat kerana beban (dosa)mu, maka ringankanlah, mperpanjangkanlah sujudmu. Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaranNya bahawa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang syahid dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al- amin.

 

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu menjamu orang berbuka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi keampunan atas-atas dosa yang lalu. Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan katanya; Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya menjamu sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun seteguk air.”

 

Wahai manusia! Siapa yang  membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan perkerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di dunia ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat kelak.

 

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya sewaktu berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang melakukan solat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 solat fardu di bulan ini. Barangsiapa yang memperbanyakkan selawat kepada-Ku di bulan ini Allah akan memberatkan timbangannya. Barangsiapa di bulan membaca 100 ayat al-Quran ganjaran-Nya sama seperti mengkhatam al-Quran di bulan yang lain.

 

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibuka bagimu maka minta kepadanya agar tidak pernah menutupkannya bagimu.   


Posted at 08:38 am by amalwildan
Comment (1)  




Next Page



 

Akhukum Fillah:
= Ahmad Kamaluddin Bin Muhiddin

Tarikh Lahir:
= 18 April 1979
Hospital Daerah Batu Pahat

Menetap:
= Batu Pahat Johor

Background:
= Sekolah Kebangsaan Sungai Tongkang
= Sekolah Menengah Agama(Arab)Bugisiah Tampok
= Maahad Pontian
= Maahad Johor
= Institut Pengajian Tinggi Islam Johor (MARSAH)
= Universiti Al Azhar Mesir cawangan Kaherah

Hobi:

= Membaca
= Mengelamun
= Mengkaji
= Mengajar
= Komputer

Profession:
= Bekerja

Pengalaman:
= Wakil Johor "A" Sepak Takraw sempena PMHK anjuran
PERSEKUTUAN MELAYU REPUBLIK ARAB MESIR.
= Wakil Sukan IPT seluruh Malaysia di UIA
= X-President Institut Pengajian Tinggi Islam Johor 2002/03

Moto:
= Berusahalah Selagi Mampu



Ya ALLAH,limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kpd cahaya bagi cahaya dan rahsia bagi segala rahsia.Luhurnya org yg mulia anak kunci bagi pintu kesenangan.Itulah penghulu kami Nabi Muhammmad S.A.W. yg terpilih dan kpd keluarganya yg suci dan para sahabat baginda yg mulia sebanyak nikmat ALLAH dan anugerahNya.




   





 
<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Bilangan Tetamu


sahabat yang bertamu

•| Waktu Sekarang|•





Renungan

PERKARA TERBAIK 

"Tulislah perkara 
terbaik yang 
pernah kamu dengari,

Hafazlah perkara 
terbaik 
yang kamu 
tulis. 

Dan sampaikanlah 
perkara terbaik 
yang kamu hafaz" 
_______ 

Yahya AlBarmaki




Apa menarik dalam Berita Harian? ..jom baca ...

Muka Depan

Berita Nasional

Berita Dunia

Berita Sukan

Berita Ekonomi

Berita Agama

Berita Hiburan



Radio Ikim
<a href='http://cybermedia.mmu.edu.my/ext/ikimfm.asx' rel="nofollow">Play Radio IKIM.fm</a>

Radio THR
<a href='mms://203.121.64.200/thr' rel="nofollow">Play Radio IKIM.fm</a>


pesantren
my quran
pikiran rakyat
UM website
PMRAM




╪ LiNK PiLIhaN ╪












sahabat sedang online










 
Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed